Tertegun riak dalam dada mematikan angan meleburkan pandang Ayunan sepoi kakimu menghujam rasa menyadarkanku akan lalumu Alunan irama bibirmu dulu menghujam rasa mematikan asa Kurelakan raga menghamba Memperbudak angan akan bayangmu Imperialis pesonamu telah berlalu Harapku membusuk meracun tubuh Anneliss Mellema telah berlalu Menyumbat setiap percik bayangmu